Harga Gudang Di Kota Ambon Tertinggi Nasional

Ambon, indonesiatimur.co – Harga penyewaan gudang yang tinggi, menjadi kendala utama Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress, Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) Maluku.

Kenyataan ini diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ASPERINDO Provinsi Maluku, Adios Astan, usai pelantikan pengurus ASPERINDO Maluku.

“Maluku bukan barometer nasional, tetapi dari survey yang dilakukan diseluruh Indonesia, biaya sewa gudang di Ambon tertinggi di Indonesia,” ungkapnya.

Dirinya mencontohkan, Jakarta yang merupakan barometer nasional, harga sewa gudang Rp 360 per kilogram, sementara harga sewa gudang di Ambon mencapai Rp 600 per kilogram.

“Tingginya harga sewa gudang, sudah tentu berimbas pada tingginya harga pengiriman yang harus dibayar pengguna jasa pengiriman,” tandasnya.

Dia menjelaskan, tingginya biaya logistik di Kota Ambon, sangat bertentang dengan Perpres Nomor 66 yang mengatur mengenai logistik nasional.

Ditambahkannya, sesuai hasil survei Logistics Performance Index (LPI) Bank Dunia tahun 2012, Indonesia secara umum menempati peringkat 69 atau berada di bawah Negara Singapura, Malaysia dan Vietnam.

Sementara Provinsi Maluku, lanjut Astan, menempati peringkat pertama harga logistik tertinggi di Indonesia setelah Kota Medan. “Kita ini pada posisi 59 negara yang biaya logistiknya sangat tinggi dan ini sangat menganggu,” ujarnya.

Dia menegaskan, semua pihak menginginkan pertumbuhan ekonomi secara maksimal, namun tingginya biaya logistik turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi tersebut. Pasalnya, salah satu yang diangkut adalah sampel-sampel barang produksi yang diproduksi industri lain.

“Kalau lancar dan biaya logistik rendah, tentu produksi itu akan lebih lancar. Dan itu harapan kami,” ujarnya

Dia mengakui, untuk mengatasi tingginya biaya sewa gudang, ASPERINDO Maluku terus berkordinasi dengan pihak-pihak terkait khususnya Angkasa Pura. (GKS)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon