Hukum Papua Barat 

Korupsi PT. Padoma Jerat 44 Anggota Dewan Sebagai Tersangka

[foto: penaone.com]
[foto: penaone]
Mantan Dirut  Badan Usaha Milik Daerah PT.  Papua Doberai Mandiri (Padoma), Mamad Suhadi dijemput paksa dari Jakarta karena terkait dengan kasus Dugaan Korupsi APBD Papua Barat sebesar Rp22 Miliar Selasa (27/8) petang. Saat ini Suhadi  resmi ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Abepura, Kota Jayapura, Papua setelah sebelumnya penahanannya dibatalkan karena tersangka sakit.

Kejaksaan Tinggi Papua ES Maruli Hutagalung, S.H., M.H seperti yang dilansir di bintangpapua.com, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (27/8), telah  menahan tersangka Mamad Suhadi sejak beberapa waktu lalu. Namun karena beliau jatuh sakit pada saat berada di LAPAS Abepura, lalu iapun dirawat  di RS Angkatan  Laut Hamadi dan penahanannya dibatalkan.

Demi penanganan pengobatan yang lebih baik, dan karena kondisinya makin menurun ia kemudian dirujuk  ke salah-satu  RS di Jakarta. Namun setelah sehat menurut pemantauan Kejati  ia   malah berkeliaran di Jakarta.  Maka dari itu ia dijemput  paksa dari Jakarta ke Jayapura, Selasa (27/8) petang.

Tersangka Mamad Suhadi diduga ikut terlibat dalam dugaan korupsi dana APBD senilai 22 Miliar rupiah.  Kejatipun telah melakukan pemeriksaan terhadap 44 anggota DPR asal Papua Barat belum lama ini, menurutnya tinggal 6 orang lagi yang belum dimintai keterangan. Dan kamipun melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah Staf dari PT. Padoma  untuk memastikan pihak lain yang terlibat.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 44 anggota DPR tersebut, Kejati Papua saat ini sudah menetapkan ke-44 anggota DPR Papua Barat tersebut sebagai tersangka. Sebelumnya, Kejati  Papua juga sudah menahan Ketua DPR Papua Barat Yoseph Johan Auri dan mantan Sekda Provinsi Papua Barat Marthen Luther Rumadas.

Menurut Kejati Perusahaan Pemerintah Provinsi Papua Barat, PT Padoma, telah mencairkan Rp22 Miliar uang dan kemudian diserahkan ke DPR Papua Barat dan dibagian kepada para anggota dewan. Saat ini ada beberapa anggota dewan yang perlahan mengembalikan uang tersebut [A.S]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon