Maluku Politik 

Antisipasi Pelanggaran, Bawaslu Maluku Perketat Pengawasan

[foto: int]
[foto: int]
Ambon—Pemilihan umum anggota legislatif yang akan mencapai puncaknya pada 9 April 2014 mendatang memang rawan pelanggaran bahkan dinilai terjadi di hampir semua daerah di Indonesia. Titik rawan pelanggaran pemilu di semua tempat pasti ada termasuk Maluku.

Hal itu diungkapkan oleh anggota Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku Lusia Peiloaw, Senin (3/2). Apalagi, kata Peiloaw,  kita baru saja selesai melaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

“Kemarin saat semua orang mengajukan kepentingan dan ada orang yang tidak tercapai kepentinganya. Katakanlah, kalau di Pilgub mereka dapat, maka di Pileg juga akan aman,” ujarnya seperti dikutip ambonekpress.com, Selasa, (04/02).

Lebih lanjut Peilouw menjelaskan, pelanggaran pemilu yang rawan terjadi yakni terkait dengan kampanye yang menggunakan alat peraga. Meskipun sudah ada aturan yang sangat ketat, akan tetapi masih banyak oknum yang sengaja mencari celah.

“Makin ketat aturan, orang makin pintar untuk mencari celah untuk menyelamatkan diri dari pelanggaran,” terangnya.

Dalam menangani permasalahan tersebut, lanjut Peiloaw, perlu strategi yang ampuh dari Bawaslu. Hal itu guna menekan angka pelanggaran tersebut.

“Menjelang bulan April, kami akan menyiapkan relawan-relawan pengawas pemilu. Hal ini juga dibahas dalam Rapat Koordinasi di Bawaslu Pusat dengan seluruh Bawaslu daerah,” pungkasnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon