Daerah Papua 

700 Orang di Meepago Papua Meninggal Akibat Miras dan HIV/AIDS

[foto: int]
[foto: int]
Jayapura – Minuman Keras (miras) merupakan pintu masuk HIV/AIDS untuk mematikan orang Papua, khususnya suku-suku di wilayah Mee-Pago, yakni Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniyai, Intan Jaya dan Mimika. Berdasarkan catatan, orang yang sudah meninggal dunia tersebut berkisar 600-700 orang.

“Ini akibat miras dan HIV/AIDS,” kata Pater Nato Gobay di Cafe Rempah-Rempah, Abepura, Jayapura, Rabu (05/11/14) sore seperti dilansir majalahselangkah.com.

Pater menyaksikan kenyataan memilukan dimana orang-orang tak berdosa dibiarkan meninggal begitu saja. Menurutnya, hampir setiap pagi ada bunyi mobil mengantar mayat, tidak pernah satu hari tidak bunyi.

“Hampir setiap kali rata rata 5-6 orang dikubur. Ini fakta yang sangat memprihatinkan,” ungkap Pater Nato.

Karena itu, lanjut Peter, pihaknya mengambil kesimpulan cepat atau lambat orang-orang Papua khususnya Mee-Pago akan punah.

“Kami juga sangat khawatir suku-suku di lima kabupaten itu akan musnah,” jelasnya.

Melihat situasi itu, kata Peter, sejumlah anak negeri Papua yang punya keprihatinan telah memikirkan upaya untuk menghentikan kondisi tersebut agarbisa mencegahnya.

“Kami cari jalan keluar atas bahaya yang mengancam masyarakat di Mee-Pago ini dengan adakan musyawarah besar dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.