Tanpa ‘Political Will’, Maluku dan Malut Akan Terus Terpinggirkan

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Semua elemen pemerintahan baik di pusat maupun di daerah dan masyarakat harus bersinergi untuk memajukan Provinsi Maluku dan Maluku Utara (Malut). Hal tersebut diungkapkan oleh tokoh peduli Maluku, Angelina Pattiasina di sela-sela buka puasa bersama yang diselenggarakan pemuda-pemudi Maluku se-Jabodetabek di Taman Wijaya IX, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (4/7) malam.

Menurut Angelina, semua pihak termasuk Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla serta seluruh pejabat harus memiliki kemauan politik yang sungguh-sungguh untuk memajukan daerah.

“Tanpa political will yang serius, Maluku dan Maluku Utara, terus terpinggirkan, tertinggal dan dampaknya sumber daya manusia di daerah itu tidak bisa bersaing,” kata Angelina, seperti dilansir Antara, 05/07.

Angelina mengaku jika saat ini telah muncul kesadaran di kalangan masyarakat Maluku dan Maluku Utara untuk mengulang sejarah panjang yang gemilang yang pernah dimiliki oleh kedua daerah tersebut.

“Kedua provinsi harus dimajukan industri perikanan dan kelautannya,” kata wanita yang juga Direktur Archipelago Solidarity Foundation itu.

Hal itu, lanjut Angelina, sesuai dengan besarnya potensi perikanan dan kelautan di wilayah itu, termasuk Pulau Buru yang kaya akan kekayaan lautnya.

“Tradisi Maluku adalah laut dan ikan menjadi makanan utama, di samping sagu. Harusnya Presiden menegaskan akan membangun industri untuk memajukan perikanan dan sumber laut lainnya,” ujar Angelina. (ak)

Find this content useful? Share it with your friends!