Hukum 

Kesenjangan Sosial, Faktor Utama Munculnya Separatisme di Indonesia Timur

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta –Ada beberapa faktor penyebab dinamika sosial politik di Indonesia bagian timur. Hal ini kemudian menjadi fokus perhatian Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Deputi Bidang Kordinator Politik Luar Negeri Kemenlu, Antonius Agus Sriyono mengatakan bahwa semua pihak harus waspada terkait isu separatisme yang terjadi khususnya di daerah Papua dan juga Maluku.

”Ya, isu seperti ini tergolong bahaya. Sebab bisa membuat disintegrasi bangsa,” ujar Antonius seperti dilansir ROL, (15/8).

Menurut Antonius, ada berbagai macam faktor yang membuat isu seperti ini muncul salah satunya yaitu masalah kesenjangan ekonomi. Apalagi, angka pertumbuhan ekonomi di Indonesia timur saat ini adalah sebesar 5,8 persen.

“Hal ini lebih rendah jika dibandingkan Indonesia bagian barat yang angkanya mencapai 50 persenan,” ungkapnya.

Fakta di atas, kata Antonius haruslah segera disikapi secara bijak dimana harus ada pembangunan ekonomi yang digalakkan di daerah sana.

“Sebab, bila pembangunan berhasil, masyarakat otomatis tak akan tertarik dengan gerakan separatis,” jelasnya.

Saat ini, kata Antonius total 60 persen sumber daya alam (SDA) di Indonesia berada di Indonesia bagian timur, namun modal itu tak bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Pembangunan di sana kalah jauh dibandingkan dengan Indonesia Bagian Barat,” tuturnya. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

One Thought to “Kesenjangan Sosial, Faktor Utama Munculnya Separatisme di Indonesia Timur”

  1. malah lebih aman kalau papua lepas akmi sngt kaya sumber daya alam yg rugi siapa sudah pasti NKRI mereka lebih suka pencuri hasil kita rakyat selalu tertekan banyak yg tewas , tersiksa ini pelanggaran HAM berat kmi bukan binatang ini manusia punya martabat dan harga diri loby internsionaliussi terus dijlankan kita punya dasar juridis Orang Asli Papua semakin cerdas , mengerti duduk mslah soal integrasi atau anekssi

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon