Daerah Nusa Tenggara Timur 

Puluhan Ribu Warga NTT Masih Buta Huruf

[foto: int]
[foto: int]
Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkomitmen menekan jumlah angka buta aksara di wilayah tersebut. Saat ini tercatat masih ada 800 ribu orang dari total penduduk NTT sebanyak 5, 3 lebih jiwa.

“Hingga akhir tahun 2013 lalu kurang lebih sebanyak 800 ribu orang,” kata Kepala Bidang Pendidikan  Usia Dini (Paudni) dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikudni) NTT, Beni Wahon seperti dilansir TimorExpress, 23/09.

Pemerintah, kata dia, terus berupaya untuk menekan angka buta aksara dengan program yang dikelola oleh pemerintah sendiri dan melibatkan kelompok belajar masyarakat.

“Kegiatan yang dilaksanakan pemerintah antara lain melalui sekolah luar biasa (SLB) khusus menampung anak-anak berkebutuhan khusus atau disabilitas, dan anak-anak tingkat kecerdasaan intelektual tinggi,” terangnya.

Sedangkan kegiatan dengan melibatkan masyarakat, kata Beni, yakni dengan pelaksana kelompok belajar masyarakat ( PKBM ) yang menyelenggarakan pendidikan Kesetaraan seperti Paket A,B dan Paket C, serta pendidikan layanan khusus (PLK).

“Jumlah PKBM yang tersebar di wilayah NTT sekitar 800an Lembaga,” tuturnya.

Dia menambahkan, rata-rata setiap kali pelaksanaan ujian kesetaraan masing-masing lembaga menghasilkan 20 orang lulusan.

“Setiap tahun angka pemberatsan buta aksara melalui pendidikan kesetaraan mencapai ribuan,” jelasnya. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon