Ekonomi & Bisnis Papua 

Budidaya Kakao Bisa Jadi Solusi Atasi Kemiskinan di Papua

[foto: int]
[foto: int]
Jayapura – Kakao menjadi salah satu komoditas unggulan di negeri mutiara hitam Papua. Namun sayang, pembudidayaan kakao di Papua ini belum tergarap secara maksimal bahkan mendapatkan banyak kendala besar.

Dinas Pertanian setempat mencatat hanya 14,5 ribu hektare lahan di Jayapura yang baru digarap dari total luas lahan garapan 1,44 juta hektare. Itu artinya, masih ada sekitar 1,42 juta hektare lahan garapan kakao yang belum digarap.

Advertisements

“Minimnya sumber daya manusia dan infrastruktur penunjang menjadi kendala penghambat bagi pengoptimalan budidaya kakao di Jayapura,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayapura Adolof Yoku, seperti dilansir CNN (14/12).

Beberapa tahun belakangan, kata dia, muncul serangan hama penggeret buah kakao dan pihaknya masih mencari cara agar kakao ini bisa menjadi komoditas unggulan Papua. Peran dan kehadiran lembaga swadaya masyarakat pada akhirnya menjadi alternatif tumpuan para petani kakao tersebut.

“Minimnya pengetahuan para petani dalam hal perawatan tanaman dan pemasaran hasil produksi masih menjadi persoalan paling klasik di Papua,” terangnya.

Dia mengungkapkan bahwa ada Organisasi nirlaba dari Inggris, Oxfam yang menaruh perhatian penuh pada keberlangsungan budidaya tanaman kakao di Papua. Sejak 2011, Oxfam tercatat telah mengalokasikan bibit senilai Rp 1 miliar di 11 kecamatan di Jayapura lewat Papua Enterprise Development Program. (as)

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

PPKM Mikro Ambon