Gubernur Terpilih Agendakan Bakudapa Bupati/Walikota Setiap Bulan

Saumlaki, indonesiatimur.co – Gubernur Maluku terpilih Murad Ismail mengatakan, untuk membangun Maluku, maka dirinya akan mengundang bupati/walikota yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Maluku,  untuk membahas segala persoalan yang ada di masing-masing kabupaten/kota. Agenda itu dilakukan setiap bulan selama Murad menjabat Gubernur Maluku.

“Bakudapa dengan bupati/walikota akan saya agendakan setiap bulan. Hal ini penting sehingga saya bisa mengetahui persoalan-persoalan apa saja yang terjadi di tiap masing-masing kabupaten/kota,” ujar Murad saat bertatap muka dengan Bupati dan Forkopimda Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) di pandopo Bupati KKT, Jumat (05/04/2019).

Advertisements

Murad mengatakan, sebagai pemimpin daerah, semua persoalan di Maluku harus bisa diketahui. Dengan demikian, gubernur akan menentukan masalah-masalah krusial mana saja yang harus dituntaskan secepatnya.

“Makanya butuh kerjasama dengan seluruh bupati/walikota. Kerjasama itu saya agendakan dalam program bakudapa setiap bulan,” jelasnya.

Menurutnya, tugas kepala daerah hanya tiga. Pertama soal bagaimana menuntaskan masalah kemiskinan, mensejahterakan masyarakatnya dan mempertahankan sumber daya alam yang ada di daerah.

Untuk poin ketiga ini, lanjut Murad, misalnya ketika ada investor yang masuk di Maluku untuk mengikat kerjasama, maka langkah awal yang harus ditanyakan adalah apa yang akan diberikan oleh investor ke daerah.

“Maksudnya ketika ada investor masuk ke Maluku, tanyakan dulu apa yang akan diberikan ke daerah. Jangan karena uang satu dua rupiah, lalu kemudian dinas terkait memberikan izin ikut selerah. Saya ingatkan ke dinas-dinas ya, jangan mudah berikan ijin jika tidak ada keutungan di daerah. Apalagi yang dipekerjakan bukan anak daerah,”tegasnya.

Ditambahkan, kemiskinan, pengangguran, pelayanan publik masih menjadi persoalan besar di Maluku. Tentunya, dengan kerjasama dengan bupati/walikota, diupayakan masalah ini bisa terselesaikan.

“Ada beberapa perkara besar yang buat saya kembali ke Maluku. Pertama soal penganguran, provinsi termiskin dan juga pelayanan publik yang buruk. Saya sebagai Gubernur Maluku saat ini, saya upayakan masalah itu bisa terselesaikan,” harapnya. (it-01)

Comments

comments