Kunjungi Rumah Karantina, Bupati Tanimbar Dapati Laporan Tak Wajar

Saumlaki, indonesiatimur.co

Dalam kunjungan yang dilakukan Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Joice Fatlolon/Pentury, ke lokasi rumah karantina di Desa Lorulun, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada Rabu (20/05/2020), terungkap laporan tak wajar dari keluhan spontan petugas relawan dan para pelaku perjalanan yang sementara menjalani proses karantina, yang didengar langsung saat dilakukan tatap muka tersebut.

Advertisements

Saat berdialog ringan dengan para relawan yang ada di ring 1 bagian sekretariat, ada pengakuan Rooy Rafles Batkormbawa bagian sekretariat rumah karantina, yang mengakui kalau dirinya pernah menerima dos makanan yang sudah basi. Percakapan pun kembali dilakukan dengan para pelaku perjalanan 53 orang yang dipisahkan melalui pagar kayu. Mereka mengungkapkan fakta miris bahwa sejak hari pertama masuk rumah karantina hingga terhitung hari kesembilan pada hari ini, hampir setiap hari, mereka disuguhkan makanan tidak layak konsumsi.

“Menyangkut pelayanan makanan sangat memprihatinkan pak. Kita ini manusia bukan hewan. Ikan penuh ulat, sayurnya juga basi. Sendok makan saja tidak ada. Sabun mandi tidak ada juga pak Bupati,” keluh Ronny Salamor.

Mereka mengeluhkan, bukan cuma nasi dan lauk yang dianggap sangat tidak memenuhi standar kesehatan. Tetapi juga menu sarapan pagi yang disediakan setiap harinya berupa roti yang tidak dilengkapi dengan teh hangat atau teh gula. Tak ada juga buah pisang atau buah lainnya sebagai menu penutupnya. Sedangkan menyangkut pelayanan, rata-rata para pelaku perjalanan memberikan apresiasi yang baik kepada tim relawan yang kesehariannya melayani di tempat karantina.

Menanggapi semua keluhan dan informasi yang disampaikan para pelaku perjalanan yang sementara dikarantina, Bupati Fatlolon, mengatakan bahwa mengenai pelayanan makan minum di lokasi ini, dirinya memang mendapatkan laporan beberapa hari lalu dan dirinya telah memanggil khusus Koordinator Bidang Penanganan Satgas Covid-19 yang di koordinir oleh dr. Yuliana Ratuanak. Dirinya juga berjanji, akan melakukan pengecekan sebab terjadinya diare di lokasi karantina. Dan hari ini, hal itu terwujud dan memperoleh suatu pengakuan tak wajar.

“Untuk masalah komsumsi ini, saya akan minta untuk segera dibenahi,” tegasnya.

Terhadap status pasca karantina, dia menyebutkan bahwa pihak dinas kesehatan akan mengeluarkan surat keterangan sehat dan ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. Edwin Tomasoa. Dengan demikian, jika ada masyarakat yang membuat cerita miring dan mempertanyakan kondisi kesehatan mereka, maka surat keterangan ini sebagai jaminan.

Sementara terkait tenaga kontrak PLN sebanyak 12 orang, dirinya berjanji akan menyampaikan kendala tentang waktu kontrak yang sebagian telah terpotong untuk masa karantina kepada Manajer PLN. Ia pun meyakinkan para pelaku perjalanan ini, ketika masa karantina selesai, maka gugus tugas akan menyiapkan transportasi yang akan membawa mereka ke tempat tujuan di dalam lingkup Kepulauan Tanimbar. Tak luput pula, Bupati Fatlolon, mengucapkan terima kasih kepada para relawan, aparat keamanan serta semua pihak yang membantu melayani di tempat karantina ini.

Usai dialog tersebut, Bupati beserta Ketua Tim PKK menyerahkan pembagian paket perlengkapan mandi kepada para pelaku perjalanan dan relawan, serta ratusan masker kain.(it-03)

Comments

comments