Maluku Perikanan 

Makatian Ditetapkan Sebagai Desa Mandiri Perikanan

Saumlaki, indonesiatimur.co

Desa Makatian, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar resmi ditetapkan sebagai desa mandiri perikanan. Penetapan ini sebagai desa mandiri sesuai dengan potensi daerah yang dimiliki desa itu, dan berdasarkan berbagai aspek memang cukup prospektif untuk dikembangkan ke depan. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kepulauan Tanimbar Junus Frederick Batlayeri.

Advertisements

Ia menjelaskan, Desa Makatian resmi ditetapkan menjadi Desa Mandiri bidang kelautan dan perikanan, karena desa tersebut memiliki prospek bagus di bidang perikanan. Dan jika dikelola maksimal berkelanjutan, potensi tersebut bisa meningkat pesat. Hal ini harus didorong dengan catatan harus ada sinergitas antara Pemerintah Desa dengan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan usaha sekaligus kesejahteraan masyarakat.

“Secara keseluruhan, untuk daerah penyangga di daerah adalah Kecamatan Selaru, Wuarlabobar, Nirunmas, serta Molumaru. Tetapi Desa Makatian satu-satunya sebagai desa penyangga utama, karena potensinya sangat menjanjikan,” ungkap Kadis yang baru beberapa bulan menjabat ini.

Untuk mendukung semua itu, baik sebagai desa penyangga perikanan maupun mandiri perikanan, menurut Kadis Batlayeri, harus ditunjang dan didukung dengan sarana prasarana. Sebut saja saat ini, dinasnya membantu dengan memberikan bantuan sebanyak 10 longboat yang dikelola oleh koperasi. Kemudian dinas akan bertindak sebagai pengelola dan bersedia untuk memasarkan hasil perikanan tersebut.

Disisi lain, Kepala Desa Makatian Fulvianus Refutu, sangat bersyukur untuk desanya sebagai desa penyangga untuk mendukung Maluku sebagai lumbung perikanan. Penetapan desanya ini sangat tepat, mengingat jika dilihat peta dan batas petuanan, maka Desa Makatian memiliki petuanan terbesar di Bumi Duan Lolat.

“Hasil kekayaan laut kita memamg sangat banyak. Pernah tahun 2017 ada kapal dari Korea tapi tidak mampu membayar semua hasil laut nelayan khususnya untuk jenis udang. Alhasil pengusaha berhutang puluhan juta kepada nelayan,” ungkapnya.

Untuk itu pihaknya berharap, agar dinas terkait (perikanan) bisa memperhatikan sarana dan prasarana untuk melengkapi para nelayan saat melaut.

“Semoga kedepan dinas tolong perhatian kesejateraan nelayan kita,” harapnya. (it-03)

Comments

comments

Terkait

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.