Daerah Maluku 

Kondisi Arca Kristus Raja Finduar Memprihatinkan. Bina Marga : Akan Direhab Dua Tahap

Saumlaki, indonesiatimur.co – 

Arca Kristus Raja Semesta Alam yang ditahtahkan di Kompleks Finduar, Desa Olilit Timur, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) selama ini dan dijadikan sebagai tempat wisata religius umat Katolik, dalam kondisi yang memprihatinkan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Bina Marga KKT, Damianus Lamere di ruang kerjanya, Kamis (03/09/2020) setelah melakukan survei bersama pihak Gereja Katolik yang diwakili oleh Wakil Uskup Wilayah Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya (MBD), Simon Petrus Matrutty, PR pada lokasi dimaksud.

Advertisements

Dirinya menjelaskan, setelah melakukan survei dan menyaksikan secara langsung kondisi arca bersama pihak gereja, pijakan atau fondasi sebagai penopang arca sudah mengalami keretakan akibat termakan usia sejak tahun 2004 pembangunan arca tersebut. Apalagi besih yang digunakan sebagai penopang arca, merupakan besih siku yang sangat rentan termakan karat sehingga beton yang digunakan untuk membungkus besih tersebut pada akhirnya terlepas dan mengalami keretakan yang serius.

Untuk itu lanjutnya, dalam waktu dekat akan dilakukan perbaikan bangunan fondasi arca yang berada pada lantai dua bangunan tempat berdirinya arca. Perbaikan akan dilakukan dalam dua tahap, mengingat tidak memungkinkan pekerjaan dilakukan dengan tidak maksimal. Ia mengatakan, tahap pertama akan dilakukan pemotongan fondasi pada lantai dua dan hal itu dilakukan, tentunya harus lebih dulu menurunkan arca dan selanjutnya dilakukan perbaikan. Sedangkan tahap kedua, arca tersebut akan diperbaiki kembali dan selanjutnya didudukan pada posisinya semula.

“Perbaikan nanti akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama, arca harus kita turunkan dulu lalu kita potong fondasi lantai dua dan dibangun kembali. Tahap kedua, kita akan perbaiki arcanya dan diletakan kembali pada posisi sebelumnya,” jelas Kadis Bina Marga.

Dirinya melanjutkan, untuk sementara, pihaknya akan melakukan proses perencanaan melalui gambar bangunan dan penghitungan besaran anggaran biaya yang dibutuhkan nantinya. Sedangkan mengenai sumber biaya, ia mengatakan masih harus berkoordinasi dengan pihak gereja tentang hal itu.

“Sesuai hasil surfei tadi, hal itu akan ditindaklanjuti oleh staf Bina Marga untuk digambar dan dihitung agar mengetahui berapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk merehab. Tentang biayanya, kita masih akan koordinasikan dengan pihak gereja untuk hal itu,” ucapnya. (it-03)

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.