Daerah Maluku 

Warga Komplain Kualitas Proyek Jalan. Minta Kejari Audit Jalan Hotmix Penghubung Lala-Karang

Namlea, indonesiatimur.co – Tak puas dengan kualitas proyek jalan hotmix di desanya, masyarakat Desa Lala dan Desa Karang jaya minta Kejari Buru lakukan audit pengerjaan proyek jalan penghubung antar kedua desa yang dinilai tidak berkualitas.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi III DPRD Buru, Bambang Langlang Buana, saat kunjungan resesnya Rabu (10/11/2021) malam, mengingatkan warga kedua desa untuk melakukan pelaporan jika memang proyek tersebut bermasalah.

Advertisements

“Kalau butuh pengawalan pengacara , saya akan bayar pengacara. Buat laporan ke jaksa untuk diaudit . Tentu saya sangat mendukung,” kata Bambang Langlang Buana menanggapi komplain warga saat kunjungan resesnya.

Sebelumnya, kalan tersebut pernah diusulkan oleh warga kedua desa. Kemudian proyek itu berhasil di datangkan namun hasilnya tidak sesuai yang diharapkan warga setempat.

Menyikapi respon balik darinya yang merupakan anggota dewan yang sangat peduli terhadap warga setempat, Bambang mengaku bahwa proyek ini bukan saja hasil pengawalannya saja, tetapi juga hasil perjuangannya bersama rekan-rekan DPRD Buru yang berjumlah 25 orang.

Bambang juga mengajak warga untuk menyampaikan terimakasih kepada Bupati Buru selaku kepala pemerintahan di daerah atas dibangunnya jalan hotmix itu.

“Kita teriak sekuat apapun, kalau pihak Pemda tidak mau kerjakan, pasti tidak jadi,”tegas Bambang.

Dalam diskusi saat reses tersebut, Ketua BPD Desa Lala, Sahir dan masyarakat , mengaku jalan hotmix sudah selesai.Tapi mutu jalan itu bisa dikatakan abal-abal.

“Sehingga kesempatan malam ini saya minta kepada bapak, agar kontraktor, pengawas dan Dinas PU segera dipanggil. Dan mempertanyakan kualitas jalan ini,”ungkap ketua BPD Lala dengan lantang.

Mereka mempertanyakan, jalan yang baru dibangun ini apa hanya sekadar menyenangkan warga sesaat? Tetapi kualitasnya tidak bermutu. Jika demikian, sebaiknya jangan,”pinta ketua BPD.

Untuk itu mereka mendesak Bambang Langlang Buana dan Komisi III DPRD Buru segera memanggil pihak-pihak yang berhubungan dengan pembangunan jalan hotmix tersebut, karena jalannya menggunakan pos APBD II TA 2021.

“Kalau masih sebagian yang baru dibayar untuk pekerjaan, maka yang sisanya jangan dibayarkan.Harus dituntaskan kualitasnya baru dibayarkan,”saran ketua BPD.

Menanggapi sorotan warga dan ketua BPD Desa Lala di atas, Bambang mengaku, sudah merasa kalau saat reses akan ada keluhan soal kualitas jalan hotmix di sana, karena
sebelumnya sudah ada banyak masukan dari masyarakat.

“Kenapa saya telepon kadis PU kemarin dan tadi , karena khawatir saat datang reses ada yang komplain, ada yang tanyakan. Saya sudah coba konfirmasi lewat telepon tapi tidak aktif.Kemarin tidak aktif, hari ini juga tidak aktif,”sambung Bambang.

Menjawab keluhan warga tadi, Bambang merekomendasikan agar sebaiknya masalah ini diteruskan pula ke Kejaksaan Negeri Buru agar lembaga hukum ini ikut mengaudit proyek tersebut.

Walau diakuinya kalau Kadis PUPR dan staf sudah duluan turun meninjau proyek tersebut, Bambang tetap mendukung langkah warga bila persoalan ini mau ditindaklanjuti ke aparat penegak hukum.

“Yang sampaikan komplain sudah cukup banyak . Apalagi bapak Oki. Abang yang satu ini cukup peduli dengan keberadaan pembangunan di negeri ini, khusus di desa Lala dan Karang Jaya. Beliau yang pertama kali hubungi saya, bahwa kualitas jalan ini tidak bagus,”ungkap Bambang.

Bambang tidak khawatir kalau masalah ini bergulir di Kejaksaan Negeri Buru, karena selaku wakil rakyat, ia tidak ketiban korupsi dari proyek yang diusulkan lewat DPRD Buru ini.

Bambang menjelaskan, memang masih ada waktu pemeliharaan di poros jalan itu. Dia berharap, mudah-mudahan di masa pemeliharaan ini mereka bisa memperbaikinya
.
“Tetapi kalau tidak bisa diperbaiki, adalah hak bapak ibu sekalian untuk meminta audit oleh kejaksaan dalam rangka penegakkan hukum,”tegasnya lagi.

Bambang juga menegaskan, tetap mendukung masyarakat untuk kebaikan. Dia berharap. Setelah reses ini mudah-mudahan ada tindakan nyata dari Dinas PU supaya segera diperbaiki. “Jalan belum pakai saja sudah rusak. Walaupun tidak seluruhnya. Saya lihat ada pada beberapa titik. Tapi saya pertegas, rekomendasi dari saya minta kejaksaan audit,”ucap Bambang. (it-05)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pemkot Ambon - Wisak 2022