Wali Kota Ambon Tekankan Keikhlasan dan Toleransi Jelang Ramadan
Ambon, indonesiatimur.co — Menyambut Bulan Suci Ramadan 1443 Hijriah, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan pentingnya keikhlasan, kepedulian sosial, serta penguatan toleransi antar umat beragama dalam arahan di Balai Kota Ambon, Rabu (19/02/2026).
Dalam arahannya kepada aparatur sipil negara (ASN) dan jajaran pemerintah, Wattimena menekankan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap individu adalah keikhlasan dalam memberi dan berbagi.
“Ikhlas memberi, ikhlas memberi, dan ikhlas memberi. Itulah yang kita butuhkan. Keikhlasan membuat kita mengerti bahwa setiap berkat yang kita terima, di dalamnya ada tanggung jawab untuk berbagi dan menghadirkan sukacita bagi sesama,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, atas nama Pemerintah Kota Ambon, dirinya menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Islam di Kota Ambon, khususnya ASN Muslim.
Ia juga mengimbau seluruh ASN dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan, serta menciptakan ruang yang aman, nyaman, dan penuh toleransi bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Menurut Wattimena, setiap agama pada dasarnya mengajarkan nilai memberi dan berbagi, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Kehadiran masyarakat kurang beruntung, katanya, menjadi pengingat akan tanggung jawab moral dan sosial bagi yang lebih mampu.
Wali Kota juga turut mengapresiasi peran Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon yang dinilai berhasil meningkatkan pengumpulan zakat dari waktu ke waktu. Peningkatan tersebut disebut sebagai cerminan tumbuhnya kesadaran dan kepedulian masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, kami menyampaikan apresiasi kepada Baznas Kota Ambon dan seluruh pihak yang telah mendukung program pengumpulan zakat. Kami berharap seluruh ASN dan masyarakat Muslim terus berzakat dengan penuh keikhlasan, bukan karena paksaan, tetapi karena iman dan kerelaan hati,” katanya.
Selain isu sosial-keagamaan, Wattimena juga menyoroti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait dukungan pemerintah daerah terhadap program strategis nasional, seperti Sekolah Rakyat, Operasi Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, serta gerakan lingkungan.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Ambon akan meluncurkan gerakan kebersihan dan penghijauan bertepatan dengan peringatan Hari Sampah Nasional. Seluruh instansi pemerintah maupun swasta diwajibkan melaksanakan kerja bakti rutin setiap Jumat atau Sabtu untuk membersihkan lingkungan kantor dan sekitarnya.
Pemkot Ambon juga menargetkan penanaman ribuan pohon, khususnya tanaman endemik Maluku, guna menjadikan Ambon sebagai kota yang lebih hijau, asri, dan nyaman. Penanaman akan difokuskan pada tanaman produktif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kita ingin Ambon menjadi kota yang bersih, hijau, asri, dan nyaman untuk kita tinggali bersama,” tegasnya.
Wattimena turut menyoroti momentum Ramadan yang tahun ini berdekatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Ia menilai hal tersebut sebagai simbol kuatnya keberagaman di Kota Ambon.
“Ini adalah tanda bahwa keberagaman di Kota Ambon adalah kekuatan. Setiap perayaan keagamaan yang berdekatan mengajarkan kita tentang toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati,” ujarnya.
Sambutan tersebut ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh masyarakat Kota Ambon senantiasa diberkati dalam menjalankan tugas dan pengabdian, serta terus merawat persaudaraan sebagai fondasi kehidupan bersama yang damai. (it-02)

