Ekonomi & Bisnis Sulawesi Tengah 

1.000 Sertifikat Tanah Gratis untuk Nelayan Sulteng

Palu – Para nelayan di Sulawesi Tengah (Sulteng) akan mendapatkan 1.000 sertifikat tanah gratis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pembagian sertifikat tersebut sebagai bentuk program sertifikasi hak atas tanah (SeHAT) nelayan 2017. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Hasanuddin Atjo mengatakan bahwa jumlah itu naik dibandingkan program SeHAT nelayan 2016 yang telah membagikan sebanyak 900 sertifikat saja. “Tahun depan teralokasi 1.000 sertifikat untuk seluruh Sulteng,” kata Hasanudin seperti dilansir Antara, Kamis (7/7). Dia mengungkapkan bahwa tim dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan…

selanjutnya
Ekonomi & Bisnis Nasional 

KKP Berikan Bantuan Asuransi untuk Nelayan

Jakarta – Belum lama ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyalurkan bantuan asuransi kecelakaan kerja kepada para nelayan di berbagai wilayah di Indonesia. Hal itu diberikan sebagai salah satu bentuk kepeduian KKP terhadap para nelayan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kendari, Agus Salim Safrullah mengatakan bahwa Semua nelayan yang mendapatkan asuransi itu adalah yang mendapatkan kartu nelayan. “Pemerintah daerah akan melakukan pendataan agar seluruh nelayan Kendari mendapat asuransi kecelakaan,” ujarnya seperti dilansi KKPNews, (02/05). Menurutnya, para nelayan Kendari mencari ikan di perairan Laut Banda, mereka memiliki risiko tinggi…

selanjutnya
Ekonomi & Bisnis Sulawesi Tenggara 

Pemkot Kendari Akan Latih Para Nelayan

Kendari – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk meningkatkan produksi perikanan. Salah satu program yang akan dilakukan tahun ini adalah dengan memberikan pelatihan kepada para nelayan. Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan Kendari, Agus Salim Safrullah mengatakan bahwa upaya akan dilakukan seperti memberikan pelatihan keterampilan melibatkan instruktur dari pusat. Adapun upaya lainnya adalah menjalankan program kelautan dan perikanan secara baik sesuai potensi. “Kita harapkan hasil melaut dan perikanan darat semakin banyak sehingga dapat menghidupkan perekonomian masyarakat,” ujarnya di Kendari seperti dilansir Antara (02/01). Menurut Agus, pihak…

selanjutnya
Ekonomi & Bisnis Sulawesi Tenggara 

Jelang MEA, Nelayan Sultra Diminta untuk Membuka Diri

Kendari – Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan membuka peluang usaha dan pekerjaan baru bagi nelayan di daerah. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tenggara Askabul Kijo belum lama ini. Askabul Kijo meminta agar para nelayan menjadikan MEA ini menjadi peluang untuk mengembangkan perekonomian termasuk untuk menggaet beberapa mitra usaha. “Nelayan harus membuka kemitraan dengan kehadiran perusahaan swasta dari luar negeri yang datang ke daerah ini,” kata Askabul Kijo seperti dikutip dari Antara, (2/02). Menurutnya, Kita tidak bisa menolak kedatangan pihak luar negeri ke daerah…

selanjutnya
Daerah Ekonomi & Bisnis Sulawesi Utara 

Nelayan di Sulut Mulai Tinggalkan BBM dan Beralih ke Gas

Manado – Konversi minyak ke gas tidak hanya dilakukan dalam lingkup kebutuhan rumah tangga saja, namun juga di beberapa lingkup lainnya seperti transportasi. Bahkan, belum lama ini di Sulawesi Utara (Sulut), ada program konversi bahan bakar minyak ke gas dilakukan terhadap nelayan sekitar (perahu). Kepala Bidang Penangkapan, pengolahan, dan Pemasaran Hasil Penangkapan Dinas Kementerian Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, Tienneke Adam mengatakan jika hal ini dilakukan sebagai dukungan pemerintah provinsi terhadap pemerintah pusat terkait konverter gas. “Kami dari Pemprov Sulut, menunjang program pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan…

selanjutnya
Ekonomi & Bisnis Nusa Tenggara Timur 

Semakin Banyak Kapal Luar yang Tangkap Ikan di Perairan NTT

Kupang – “Kalau mereka tidak punya izin ya harus kita tindak. Apalagi nelayan-nelayan dari luar yang menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT Abraham Maulaka. Abraham mengaku jika pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat khususnya nelayan asal NTT dimana ada banyak kapal-kapal dari luar NTT yang menangkap ikan. Bahkan mereka menggunakan pukat harimau atau cantrang yang notabene dilarang. “Saya sudah bertemu dan berbicara dengan pihak keamanan laut kita, untuk memantau wilayah perairan kita,” ucapnya di Kupang, seperti dilansir Antara, Senin (02/11). Selama ini, kata…

selanjutnya
Daerah Ekonomi & Bisnis Maluku Utara 

Parah! 80 % Nelayan Malut Masih Miskin

Ternate – Berdasarkan hasil monitoring lapangan, Dinas Perikanan dan Kelautan Maluku Utara memprediksi ada sekitar 80 persen nelayan lokal yang hidupnya masih di bawah garis kemiskinan. Mereka pada umumnya mengantungkan hidupnya pada alat tangkap milik nelayan atau pihak lain. “20 persen nelayan yang hidup mapan merupakan kelompok yang sudah melakukan usaha untuk komoditas ikan bernilai ekonomis tinggi seperti tuna, cakalang, kerapu dan rumput laut,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Utara Buyung Rajilun seperti dilansir Tempo, 12/06. Menurut Buyung, pendapatan rata-rata kelompok nelayan ini setiap bulan antara Rp…

selanjutnya
Daerah Nusa Tenggara Timur 

Awas! Gelombang Perairan NTT Mencapai 4 Meter

Kupang – Selama dua hingga tiga hari ke depan, nelayan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dihimbau untuk tidak melaut. Pasalnya berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun El Tari Kupang, tinggi gelombang laut di sebagian wilayah perairan NTT mencapai empat meter. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Saiful mengungkapkan bahwa tinggi gelombang tersebut diprediksi bakal terjadi Minggu (22/2) hingga Selasa (23/2/2015) mendatang. “Perlu diwaspadai oleh para nelayan dan operator kapal motor penyeberangan (KMP) yang beraktivitas dan melintasi perairan ini,” katanya di Kupang, seperti dilansir beritasatu, Minggu (22/2).…

selanjutnya
Ekonomi & Bisnis Sulawesi Tenggara 

Wacana Bank Khusus untuk Petani dan Nelayan

Kendari – Abdul Jabbar Toba, Senator asal Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mewacanakan untuk membuat bank yang khusus melayani petani, nelayan, dan UMKM. Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas warga. “Petani butuh modal untuk menggenjot produktivitas,” kata Abdul Jabbar Toba, seperti dilansir Fajar.co.id, Senin (9/2). Selain itu, ia juga menyayangkan beralihnya BRI menjadi bank umum karena ini membuat warga kehilangan bank yang sesuai. “BRI harus kembali ke khittahnya,” sambungnya, Senin (9/2). Selama ini, perhatian sektor perbankan ke pertanian dan nelayan memang sangat dipertanyakan. “Saya prihatin dengan tumbuh suburnya rentenir di…

selanjutnya