jk - src: vivanewsEkonomi & Bisnis Hot Sulawesi Selatan 

Jusuf Kalla: PSBM Berorientasi pada Indonesia Timur

jk - src: vivanews

Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menjelaskan upayanya dalam mengarahkan Pertemuan Bugis Makassar (PSBM) yang diselenggarakan setiap tahun untuk selalu berorientasi pada Indonesia Timur.

Hal tersebut disampaikannya dalam kesempatan wawancara di sela-sela penyelenggaraan PSBM XIV 2013 di di Hotel Sahid Jaya Makassar, Senin (19/8).

Ketua Umum Palang Merah Indonesia yang akrab dipanggil dengan JK ini menjelaskan bahwa PSBM sejak berdirinya sudah menjadikan Indonesia Timur sebagai orientasi gerakannya. Dia menuturkan sudah 14 kali PSBM diselenggarakan dan 14 kali juga dia berbicara di depan para saudagar mengenai bagaimana mengobarkan semangat para saudagar untuk memajukan wilayahnya.

“Makna dari pertemuan ini, bagaimana mengobarkan semangat para saudagar untuk memajukan wilayahnya. Dimana pada akhir tahun 80-an (1980) dan 90-an (1990), pada saat krisis Indonesia justru menjadi titik balik untuk Sulsel khusunya di Indonesia Timur. Di situlah kerisauan kita terjadi ketidakseimbangan nasional. Pembangunan Indonesia tidak seimbang, antara di Barat dan Timur,” jelas Kalla.

Menurut Kalla, bangsa yang besar dapat terwujud bila terjadi keseimbangan nasional. Bila keseimbangan dan keadilan pembangunan tidak terwujud, maka ancaman perpecahan sudah di depan mata. Hal tersebut yang mendorong kita mengingatkan kepada bangsa ini bahwa kawasan Indonesia Timur ketinggalan.

“Sejarah konflik negeri ini, terjadi apabila ada ketidakseimbangan, orang dulu, ingat pemberontakan, Aceh, Papua, dan sebagainya semua awalnya karena ketidakseimbangan kemajuan antara daerah. Oleh karena itulah, apabila kita berbicara pada waktu itu, perlunya Kawasan Timur Indonesia bukan berarti kita ingin berpihak, tidak, justru kita ini ingin bangsa ini maju bersama-sama agar tetap utuh,” tegasnya.

Menjawab pertanyaan mengenai upaya kongkrit yang dilakukan, Kalla mengatakan bahwa seluruh stakeholder di Indonesia Timur didorong untuk mengambil peranan. Menurutnya Sulsel dapat dijadikan contoh ketika gubernur saat itu Amiruddin mendorong pengembangan pertanian gas dan lainnya, Kadin mengisi dengan pertemuan komoditi dan pertemuan usaha yang intensif.

“Menggerakkan bagaimana membangun daerah dengan contoh-contoh yang baik, mengingatkan, dan bangun, ayo bangun. Karena jika tidak, maka, kita ketinggalan. Apabila kita ketinggalan kita marah, apabila marah, kita tidak bersatu bangsa ini, jadi kita memberikan contoh yang baik. Sampailah kemudian memikirkan bagaiman membangkitkan semangat ini,” ujarnya bersemangat.

Ditanya mengenai harapan dari pertemua kali ini, Kalla menjawab, “Bukan berkah diikuti kerja keras, itulah pedoman, kerja keras tanpa henti iklas inti dari semangat pertemuan ini.”

Pertemuan dua hari ini dihadiri para saudagar Bugis Makassar dari seluruh Indonesia dan dari luar negeri. Tema yang diusung adalah ‘Peran Saudagar Bugis Makassar Dalam Mengakselerasi Pembangunan Sulsel Menyongsong Asean Economic Community 2015′. Event tahunan yang digagas oleh HM Yusuf Kalla, HM Alwi Hamu, dan HM Aksa Mahmud ini, juga menjadi ajang sharing dan memberikan kontribusi dalam percepatan pembangunan di Kawasan Timur Indonesia dalam menghadapi Asean Economic Community 2015. (ps/rakyat sulsel online)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon