Gorontalo Hukum 

Warga Leato Selatan Gorontalo Lempari Rumah Lurah Dengan Batu

[ilustrasi: int]
[ilustrasi: int]
Warga Leatao Selatan, gorontalo mendatangi rumah Lurah, Ismail Nusi untuk mempertanyakan masalah bantuan mesin tempel dari Dinas Perikanan Kota Gorontalo. Pembagian 10 unit mesin tempel 15 PK dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kota Gorontalo di Kelurahan Leato Selatan tersebut akhirnya berujung ricuh.

Aksi protes sebagian warga berujung anarkistis dan rumah Lurah Leato Selatan Ismail Nusi menjadi sasaran emosi warga, Jumat malam (10/1) sekitar pukul 21.00 wita.

Sebelumnya, serah terima bantuan mesin tempel 15 PK itu digelar di kantor Lurah Leato Selatan, Kamis (9/1) lalu. Bantuan tersebut diserahkan ke 10 nelayan warga Leato Selatan. Namun usai proses serah terima berlangsung, Jumat malam (10/1) dua warga yakni Ama Koro dan Rikson Beasi mengajukan protes ke Lurah Leato Selatan.

Sebelum penyaluran bantuan dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kota Gorontalo, nama keduanya tertera dalam daftar penerima. Namun pada saat penyaluran, nama keduanya tak tercantum. Oleh karena itu sejumlah warga, Ama dan Rikson datang menemui Lurah Leato Selatan Ismail Nusi.

Ketua Kelompok Tuna Jaya, Kelurahan Leato Selatan Tune S Nani mengatakan, dari sejak 2012 Ama dan Rikson belum mendapatkan bantuan mesin tempel.

“Keduanya dijanjikan akan mendapat bantuan pada 2013. Tetapi sampai 2013 ini mereka juga mendapatkan bantuan,” ujar Tune seperti dikutip gorontalopost.com, Sabtu, (11/01).

Beruntung saat itu Polres Gorontalo Kota langsung turun ke lokasi dan mencoba menenangkan para warga. Akan tetapi emosi warga masih meledak-ledak, dan sebagian warga masih melempari rumah Ismail Nusi. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.