Hukum Nusa Tenggara Timur 

Pemkot Kupang Antisipasi Kedatangan PSK dari Dolly

[foto: int]
[foto: int]
Kupang – Pekerja seks komersial (PSK) dari Dolly, Surabaya, Jawa Timur diprediksi bakal bermigrasi ke daerah Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu diungkapkan langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man, Selasa, 24 Juni 2014.

“Bukan tidak mungkin, PSK dari Dolly masuk ke daerah ini pasca penutupan beberapa waktu lalu,” katanya seperti dilansir nttterkini.com.

Untuk mengantisipasi hal itu, kata Hermanus, pemerintah akan mengecek surat keterangan pindah seluruh warga yang masuk ke daerah itu.

“Kami akan awasi semua lokalisasi dan tempat pijat tradisional yang menambah orang baru,” sambungnya.

Hermanus menambahkan, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatkan angka HIV-Aids di daerah ini. Apalagi saat ini jumlah kasus HIV-Aids di Kota Kupang cukup tinggi, tercatat sejak tahun 2000 hingga April 2014 kasus HIV/AIDS mencapai 589 kasus.

“Dengan perincian kasus HIV 437 kasus dan kasus AIDS 152 kasus,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Program Yayasan Tanpa Batas (YTB) Denimars Sailana mengungkapkan bahwa penutupan Dolly merupakan upaya untuk memindahkan para PSK dari Surabaya ke kota lainya di Indonesia, seperti Kupang.

“Karena itu, perlu dilakukan pengawasan yang ketat sehingga tidak terjadi migrasi besar-besaran ke daerah ini,” katanya.

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon