Daerah Lingkungan Sulawesi Tenggara 

Terserang Wabah DBD, Semua Daerah di Kendari Masuk Endemis

[foto: int]
[foto: int]
Kendari – Penyakit demam berdarah saat ini memang sedang menjadi endemis dan dapat ditemukan di banyak daerah termasuk di Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra). Di daerah ini, semua kecamatan merupakan daerah endemis penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, dr Maryam Rufiah menghimbau kepada seluruh warga agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan masing-masing

“Semua kecamatan yang ada di Kota Kendari merupakan daerah endemis DBD, sehingga siapapun di daerah ini berpotensi untuk terserang DBD,” katanya kepada Antara, di Kendari, Kamis 05/02/15.

Menurut dr Maryam, DBD banyak terjadi pada saat pergantian musim yakni pada akhir tahun sampai awal tahun.

“Lingkungan kotor menjadi pemicu mewabahnya DBD,” jelasnya.

Maryam mengaku bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada masyarakat untuk menerapkan pola Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan.

“Nyamuk aedes aegypti sebagai penyebab DBD aktif pada pergantian musim seperti ini,” terangnya.

Diketahui ke-10 kecamatan yang ditetapkan endemis DBD tersebut meliputi Kecamatan Kendari, Kecamatan Kendari Barat, Kecamatan Puuwatu, Kecamatan Kadia, Kecamatan Wuawua, Kecamatan Mandonga, kecamatan Baruga, Kecamatan Poasia, kecamatan Abeli dan kecamatan Kambu. (ak)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.