Hukum Nasional 

‘Sedih Melihat Ikan-Ikan itu Dicuri, Tapi Saya Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa’

[ilustrasi foto: int]
[ilustrasi foto: int]
Maluku – Pada masa pemerintahan Jokowi – JK, ada banyak kasus pencurian ikan ilegal terungkap. Menariknya lagi, ternyata ada banyak Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang pernah dipekerjakan di kapal-kapal pencuri ikan asing tersebut.

Mereka menyaksikan bagaimana praktik ilegal itu berlangsung selama puluhan tahun. Mereka melihat bagaimana ikan-ikan Indonesia diangkut lalu dibawa ke luar negeri tanpa pengawasan.

“Ada perasaan sedih juga melihat ikan-ikan itu dicuri. Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa, namanya juga kerja,” kata pria yang namanya meminta tak disebut itu kepada detikcom, Kamis (2/4/2015).

Dia pernah bekerja di sebuah kapal milik Tiongkok selama bertahun-tahun bahkan praktik ini menurutnya berlangsung sebelum adanya moratorium dan kampanye penenggalaman kapal.

“Modusnya, para kapal-kapal penangkap itu mengumpulkan hasil tangkapan di sebuah kapal pengangkut yang kemudian diangkut ke luar negeri tanpa dokumen dan surat-surat ilegal,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, mereka juga melihat praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan untuk kapal-kapal kecil itu, dijual oleh oknum aparat ke kapal-kapal besar di tengah laut.

“Minyak subsidinya disebar buat nyolong ikan,” ungkapnya.

Dia juga menemukan ada kapal-kapal yang hanya berbekal ‘surat sakti’ dari pejabat tertentu, lalu bisa lolos dari pemeriksaan.

“Sedih saya,” tambahnya.

Diketahui, pria itu adalah ahli mesin kapal yang lama pernah bekerja di kapal asing pencuri ikan di perairan indonesia. Kini, dia sudah berhenti dan menyatakan setuju dengan kebijakan Menteri KKP Susi Pudjiastuti untuk menghentikan pencurian ikan dengan cara yang tegas. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

One Thought to “‘Sedih Melihat Ikan-Ikan itu Dicuri, Tapi Saya Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa’”

  1. Gerry Ubra

    belum sampai 20 kapal yang ditangkap, sementara ribuan kapal menangkap bebas di laut, dengan menggunakan Pukat Harimau, belum lagi para ABK Indonesia (Maluku) digajikan tidak sesuai dengan volume kerja, jika dibandingkan dengan upa kerja ABK Asing, jadi menurut saya, baru buat tindakan, laut Maluku sunyi dan senyap dari ikan – ikan ! ada apakah itu ? Jawab sendiri ???

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon