Ekonomi & Bisnis Nasional 

Rizal Ramli: Kenapa Pemerintah Lebih Suka Jual Tambang ke Asing daripada Mengolahnya?

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Meski berada di dalam lungkup Pemerintahan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli terus melancarkan berabagai kritiknya. Belum lama ini dia melihat pemerintah saat ini sepertinya enggan mengelola hasil bumi sendiri dan ingin cepat-cepat menjualnya ke asing.

Rizal mencontohkan ada beberapa kasus renegosiasi tambang yang dibuat lebih cepat dari batas atau jangka waktu yang sudah ditentukan. Seharusnya renegosiasi perpanjangan kontrak, jika sesuai aturan, dapat dilakukan 2 tahun sampai 3 tahun sebelum kontrak habis.

“Tapi ada menteri yang keblinger untuk mempercepat menjadi 10 tahun. Saya kecewa dengan mental pejabat tersebut,” katanya seperti dilansir MerdekaCom, 07/10. .

Rizal menegaskan bahwa cadangan tambang Indonesia seperti mineral, emas dan lainnya masih ada sampai 30 tahun sampai 40 tahun ke depan.

“Seharusnya ini bisa dimanfaatkan pemerintah untuk dikelola sendiri. Tetapi, malah ada pejabat yang ingin menyerahkannya kepada perusahaan asing,” tuturnya.

Menurut Rizal, kesempatan mengelola emas di Indonesia, kebanyakan masih diberikan kepada pihak asing semua.

“Banyak kontrak karya yang kontraknya nyaris habis dalam 5 tahun ke depan,” jelasnya.

Rizal meminta agar pemerintah harus konsisten untuk tetap pada aturan yang ada yakni sesuai dengan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 77 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Jangan sampai oknum pejabat yang memihak pada asing ini berhasil meloloskan perpanjangan izin sebelum waktunya,” ucapnya. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon