Hukum Nasional 

Jaringan Gusdurian: Tangkap Aktor Kekerasan Di Aceh Singkil

gusdurian

Jakarta- Aksi pembakaran dan perusakan gereja di Aceh Singkil oleh kelompok massa telah mengundang reaksi dan kecaman dari berbagai kalangan.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jaringan Gusdurian melalui juru bicaranya Alissa Wahid, dengan tegas meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas, mengadili pelaku, dan mengungkap serta menangkap para aktor yang merencanakan aksi kekerasan.

Putri mantan Presiden Abdurahman Wahid itu juga menghimbau kepada semua pihak untuk menjaga diri, dan tidak terpancing melakukan kekerasan yang akan mengakibatkan perpecahan sehingga merugikan masyarakat sendiri. Alissa meminta agar semua peraturan tentang pendirian tempat ibadah yang diskriminatif di seluruh Indonesia ditinjau ulang.

Dalam kesempatan lain, Ketua Umum Persaudaraan Nasional Indonesia, Irvan Basri mendesak Mendagri untuk mengevaluasi secara komprehensif kepemimpinan Bupati Aceh Singkil, Safriadi yang telah gagal menemukan resolusi damai dalam penanganan polemik pendirian rumah ibadah di wilayahnya. Irvan juga menyerukan kepada semua pihak untuk terus memperhebat semangat persaudaraan dan persatuan nasional. “Dalam situasi dunia yang tengah dilanda konflik dan peperangan, kita harus bersatu-padu menjaga kebhinekaan dan kedamaian berlangsung abadi di bumi Indonesia”, ujar tokoh muda dari Sulawesi Barat itu.

Seperti diketahui bersama, ratusan orang bersenjata tajam mengamuk dan menyerang sejumlah gereja di Kabupaten Aceh Singkil, Selasa 13 Oktober. Selain berujung rusaknya tempat ibadah, terdapat pula korban berjatuhan dari kedua belah pihak.(fp)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon