Daerah Maluku 

Para Pelaku Perjalanan KM Sanus Tujuan Saumlaki Jalani Karantina

Saumlaki, indonesiatimur.co -Kedatangan 52 Penumpang dari Kota Ambon dan Kota Tual yang dikategorikan sebagai Pelaku Perjalanan (PP) dengan menumpangi KM Sabuk Nusantara (Sanus), yang singgah di Pelabuhan Yos Sudarso Saumlaki, Minggu (10/05/2020) , langsung diberlakukan Protap penanganan dan pencegahan covid-19 oleh tim gugus setempat.

Para penumpang ini dijemput langsung oleh Penjabat Sekda KKT, Ruben Moriolkosu dan jajarannya, serta Wakil Ketua I DPRD KKT Jhon Kelmanutu.

Pada kesempatan itu, Sekda menegaskan bahwa para penumpang ini bukanlah orang sakit parah atau sejenisnya. Dan karena rasa sayang yang besar bagi negeri ini, maka diberlakukanlah Protap penanganan Covid.

“Kami mencintai kalian semua. Hargai proses ini. Cintai diri, keluarga dan negeri ini. Taatilah segala proses yang sudah diatur demi kebaikan kita bersama,” tandasnya.

Wakapolres MTB, Kompol Lodevicus Tethol, yang memimpin penjemputan dari pelabuhan hingga tempat karantina terpusat di kompleks persekolahan SMA Negeri 4 Desa Lorulung. Mengingat kapal tersebut datang dari zona merah (Kota Ambon), maka sebelum kapal ini bersandar di pelabuhan, para petugas kesehatan pelabuhan dan petugas Pelni naik ke kapal untuk melakukan pemeriksaan manifest dan mengukur suhu tubuh penumpang.

“Kita berpedoman dengan seluruh protap maupun SOP yang sudah ditentukan oleh pemerintah yang melibatkan stakeholder terkait sesuai dengan tupoksi masing-masing,” ujarnya.

Wakapolres Tethool menjelaskan pelaksanaan penanganan penjemputan para penumpang meliputi tiga zona, yaitu zona satu di areal pelabuhan, zona dua adalah proses evakuasi bergerak dari pelabuhan menuju ke zona tiga di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Lolurun. Kemudian di zona tiga terdapat tiga ring, yaitu ring satu pada bagian depan seputaran lapangan apel Kantor Kecamatan hingga masuk ke lokasi rumah karantina, ring dua di ruangan kepala sekolah dan ruang guru, serta ring tiga adalah kelas-kelas ruang istirahat peserta karantina.

“Kita tidak bisa menjamin jika para penumpang ini melaksanakan karantina mandiri. Oleh karena itu kita berlakukan hal yang sama, karena berasal dari zona merah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Tanimbar dr.Edwin Tomasoa, menjelaskan ada sebanyak 52 Penumpang, dimana 45 orang datang dari Ambon dan tujuh orang naik dari pelabuhan Tual. Dengan rincian, 30 mahasiswa, 12 pekerja instalasi PLN di Kecamatan Molu Maru, dan sisanya adalah anggota TNI/Polri bersama istri.

Dari screaning awal di pelabuhan pasca mereka turun oleh petugas puskesmas Saumlaki, 52 orang tersebut dikategorikan sebagai pelaku perjalanan. Artinya mereka tidak masuk daftar Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG). Meraka murni adalah pelaku perjalan dan tidak ada satupun yang berkontak dengan pasien Corona positif di Ambon.

“Suhu tubuh mereka semua dibawah 37,0 derajat. Rata-rata suhunya 36 derajat dan tidak ada yang tunjukan gejala menuju covid,” ujarnya.

Saat ini dikatakan, 52 orang tersebut telah berada pada rumah karantina, dan akan terus dikontrol suhu setiap pagi dan sore, istirahat yang cukup, makan dan Snack, serta juga dijadwalkan untuk berolahraga ringan. Misalnya volly atau tenis meja.

“Untuk relawan yang melayani di tempat karantina ini, kita sediakan rumah dinas sekda untuk ditempati sementara waktu agar mereka tidak kembali ke rumahnya,” jelasnya. (it-03)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.