Inovasi Sukun Putri Angkasa Hasilkan Fruit Cake dan Kolak Biji Salak
Ambon, indonesiatimur.co – Sukun Putri Angkasa dikenal sebagai penganan oleh-oleh khas Ambon yang telah dikenal di Ambon sejak tahun 1978. Kehadiran Sukun Putri Angkasa merupakan resep spesial Oma Banda, yang adalah ibunda dari Centya Noya, pemilik generasi pertama Restoran Putri Angkasa.
Resep sukun goreng yang terkenal karena rasanya yang enak, tampilannya yang khas, membuat pengunjung atau tamu biasa, VIP hingga VVIP jika mengunjungi Ambon, selalu meminta agar disajikan Sukun Putri Angkasa, dan membawa pulang sebagai oleh-oleh mereka.
Sebagai generasi kedua pemilik Sukun Putri Angkasa, Evie Noya terus melakukan inovasi baru di tahun 2025 ini, dengan hadirnya fruit cake dari sukun dan kolak biji Salak dari sukun.
Menurut istri AKBP A.Q Ginting, buah sukun memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional sebagai alternatif sumber karbohidrat dan diversifikasi pangan. Sukun kaya nutrisi, mudah dibudidayakan, dan dapat diolah menjadi berbagai produk seperti keripik, tepung, dan bahan baku roti. Pengembangan sukun secara intensif dapat membantu mengurangi ketergantungan pada beras dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan demikian, lulusan informatika di STMIK Gunadarma yang juga menyelesaikan studi bisnis di Nanyang Business School Singapore ini terus melalukan berbagai inovasi dari sukun
“Kami selalu berupaya melakukan inovasi produk sukun. Kali ini saya mencoba membuat fruit cake dari tepung sukun, juga kolak biji salak berbahan dasar tepung sukun,”ujarnya disela-sela pembukaan Salam Fest x Moluccas Digifest di Pattimura Park, Kamis (24/04/2025).
Evie yakin, dengan inovasi baru ini, pesanan ada dan pastinya akan bersinar, karena buah sukun adalah salah satu alternatif ketahanan pangan nasional di Indonesia.
“Tahun 2025, untuk penjualan produk Sukun Putri Angkasa, saya perkirakan akan menjadi momen penting bagi kuliner lokal, untuk semakin bersinar di pasar domestik . Para pelaku bisnis kuliner perlu memperhatikan tren dan peluang yang muncul agar tetap relevan dan kompetitif,”terang ibu dari Nevada Ginting dan Restika Lavega Ginting.
47 tahun bertahan di bisnis kuliner dan bahkan memiliki penggemar fanatik yang membentuk komunitas sendiri, Sukun Putri Angkasa tetap mempertahankan cita rasa dan ciri khasnya.
Inilah yang membuat Sukun Putri Angkasa diminati semua kalangan, dari masyarakat biasa, pejabat dan pengusaha.
Sebagai generasi kedua pemilik Sukun Putri Angkasa, Evie Noya tak pernah lupa pesan sang Ibu, Centya Noya untuk tetap menanamkan budaya integritas, respek, antusias, loyal dan totalitas. (it-02)



