Ekonomi & Bisnis Sulawesi Selatan 

Jatah Solar Dikurangi, Nelayan di Parepare Tidak Melaut

Langkanya BBM membuat sejumlah nelayan di Kota Parepare Sulawesi Selatan tidak melaut. Seorang nelayan di Kelurahan Cempae, Kecamatan Soreang, Amri (30), mengaku dirinya terpaksa tidak melaut karena kehabisan BBM dari SPDN. “Kami tidak melau karena stok BBM habis, jadi kami harus menunggu besok untuk mendapat jatah lagi,” kata dia, Jumat (26/4), seperti dikutip dari Sindonews.com. Dia bersama para nelayan lain harus rela antre agar mendapatkan BBM jenis solar agar bisa melaut lagi. “Makanya saya siapkan Jeriken biar bisa dapat BBM jika pasokan sudah datang,” ungkapnya. Akibat kebijakan pemerintah pusat itu,…

selanjutnya
Ekonomi & Bisnis Sulawesi Selatan 

Banjir Landa Pare-pare, Petambak Udang Rugi Ratusan Juta Rupiah

Banjir yang melanda Kelurahan Watang Bacukiki Kecamatan Bacukiki, Pare-Pare, Sulawesi Selatan, beberapa hari lalu membuat ratusan hektar tambak udang mengalami gagal panen. Udang yang sedianya dipanen bulan ini terbawa banjir karena tambak yang meluap. Petambak juga terpaksa menjual udang-udang yang masih tersisa dengan harga murah. Seorang penambak udang Amiruddin, warga Kecamatan Bacukiki, mengatakan, dirinya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Pasalnya udangnya terbawa arus. “Tahun ini kami mengalami gagal panen, saya sendiri saja mengalami kerugian hingga Rp100 juta,” kata dia, Senin (22/4), seperti dikutip dari Sindonews.com. Dia juga mengatakan, udang…

selanjutnya
Hukum Sulawesi Selatan 

Paman Paksa Keponakan Jadi Kurir Narkotika

Seorang paman memaksa keponakannya untuk menjadi kurir narkotika jenis sabu-sabu. Kini, keduanya bersama sindikat besar lain ditahan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). RA dan kurir lain berencana menyelundupkan 4 kilogram sabu-sabu melalui Pelabuhan Tunontaka, Nunukan, Kalimantan Timur, dengan menggunakan Kapal Motor Umsini ke Parepare, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2013). Namun, RA tidak berani melakukan penyelundupan berdua saja. Ia pun turut mengajak keponakannya untuk melakukan perbuatan tersebut. “Saya sekali disuruh kirim dapat Rp 7,5 juta. Kalau dia (keponakannya) hanya Rp 5 juta,” kata RA di Gedung BNN, Senin (15/4) siang. Dengan iming-iming…

selanjutnya