Daerah Gorontalo Hot 

Mahasiswa Tuntut Rektor UNG Mengundurkan Diri

UNG

Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menuntut rektor mengundurkan diri dari jabatannya. Tuntutan ini dilakukan karena sang rektor menggunakan spanduk berbahasa Inggris di dalam kampus. Siang tadi, puluhan mahasiswa melakukan orasi di depan gedung rektorat kampus yang terletak di Jalan Sudirman Kota Gorontalo itu. Dalam orasinya, salah seorang mahasiswa menuduh Rektor UNG, Syamsu Qamar Badu tidak nasionalis.

“Kami khawatir pola pikir seperti ini juga ditularkan mahasiswa kepada masyarakat,” kata Koordinator Lapangan (Korlap), Muhammad Zainuddin, seperti dikutip dari Kompans.com.

Selain soal spanduk berbahasa Inggris, para mahasiswa juga mengeluhkan adanya diskriminasi di dalam kampus terhadap para pengendara sepeda motor. Baru-baru ini pihak kampus memberlakukan aturan dilarang parkir bagi sepeda motor.

Menanggapi demonstrasi ini, Syamsu Qamar Badu yang telah menjadi Rektor UNG sejak tahun 2010 itu malah balik bertanya.

“Demikian dangkalkah pikiran kita? Cuma permasalahan spanduk apakah identitas kita bisa hilang? Bahasa Inggris itu bahasa ilmiah dan bahasa internasional. Tak ada niat saya menghapus bahasa Indonesia dari kampus ini,” tegas Syamsu.

Sementara untuk masalah lahan parkir, Syamsu menyatakan kebijakannya atas dasar kenyamanan.

“Ini supaya dosen dan mahasiswa lebih nyaman, supaya kuliah tak terganggu dengan suara motor lalu lalang,” kata Syamsu. (HAN)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.