Daerah Sulawesi Tenggara 

Gubernur Kesal, 30 Persen PNS Pemprov Sultra Malas!

[foto: www.berita8.com]
[foto: www.berita8.com]
Kendari – Sangat wajar kiranya apabila pemerintah provinsi (Pemprov)  Sultra sat ini belum maksimal dalam melaksanakan program pemerintahan. Pegawai negeri sipil (PNS)yang ada Pemprov Sultra yang mestinya menjadi harapan pelaksanaan tugas-tugas, justru dinilai belum maksimal. Hal itu bahkan diakui oleh Gubernur Sultra sendiri, Nur Alam.

Gubernur mengungkapkan bahwa masih banyak PNS yang malas dan hanya banyak bicara tapi adanya kerja yang nyata.

“Kalau saya lihat, dari 7 ribuan PNS lingkup pemprov, hanya sekitar 60-70 persen pegawai yang diam. Mereka itulah tenaga handal yang fokus pada pekerjaan. Sisanya, hanya banyak bicara tapi tidak kerja,” tutur Nur Alam saat memberikan sambutan seusai melantik 26 pejabat eselon II, yang dikutip dari situs kendarinews.com, Rabu (18/09).

Dengan jumlah pegawai lingkup Sekretariat Daerah (SETDA) Sultra mencapai 7 ribu orang dan artinya, jika 30 persen masih malas, berarti jumlahnya sekitar 2 ribu lebih. Tentu itu bukan jumlah yang sedikit dan bahkan termasuk jumlah yang cukup fantastis, dan pastinya akan berpengaruh pada pelayanan masyarakat.

Gubernur mengungkapkan hal tersebut sebagai nada kekecewaan soalnya selama dua periode banyak sekali program unggulan yang harusnya bisa terlaksana dan diselesaikan namun karena kemalasan semua menjadi tertunda.

“Kita menginginkan daerah Sultra bisa bersaing dengan provinsi lain yang sudah maju. Untuk mencapai itu, tentu kita butuh SDM yang berkualitas dan punya kemampuan handal. Sering saya sampaikan jangan itu dipelihara kemalasan dan kebodohan,” tambahnya.

Ia pun kesal karena selama ini banyak sekali sorotan dialamatkan kepadanya, padahal persoalan itu harusnya bisa diselesaikan secara teknis di instansi. ” kalau semua harus saya yang urus bagaimana bisa selesai,” pungkasnya. [A.S]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon